Di sinilah mereka berdua sekarang. Duduk di sebuah kafe dalam mal. Menunggu kedatangan Hilda. Sudah 5 menit mereka duduk di sana, tanpa sebuah kata untuk mengusir keheningan di meja mereka. Sabrina asyik menyeruput minumannya, sedangkan Aileen terus memainkan ponsel. Sesekali dia melirik Sabrina, yang tak melakukan pergerakan aneh. “Ibu yakin ... kalau Bibi akan datang?” Aileen meletakkan ponsel di atas meja. Sabrina mengangguk dengan tenang. Dia bisa tahu kalau Aileen sebenarnya tidak mau ikut. “Hanya hari ini saja. Aku juga tidak ingin bersamamu dalam kurun waktu yang lama,” ujar Sabrina. “Jangan perlihatkan rasa bosanmu itu pada Hilda nantinya,” timpalnya. Aileen mengangkat satu alis. Rupanya wanita itu bisa langsung menebak dengan mudah. Ia menarik napas, lalu mengeluarkannya dan be

