Rombongan Damian telah tiba di Manila Ninoy Aquino International Air Port setelah berada di pesawat selama kurang lebih dua jam. Pada saat itu, Aileen menguap di belakang Damian. Lantas tidak sengaja menubruk punggung pria itu. “Maaf, maaf,” ujar Aileen sambil lagi-lagi menguap. Entah kenapa ia merasa sangat mengantuk setelah turun dari pesawat. Padahal mereka berangkat pukul dua siang dan tiba pukul empat sore. “Kamu mengantuk?” Damian bertanya pelan. Diusapnya pipi Aileen dengan lembut sembari ia tersenyum. Aileen menjauhkan tangan Damian darinya. “Hanya sedikit,” jawabnya. “Kita kembali ke hotel dulu. Kamu bisa tidur nanti. Aku akan membangunkanmu ketika makan malam.” “Hm.” Aileen menganggukkan kepala. Kemudian mereka naik ke mobil yang sudah Ray siapkan. Membawa mereka ke hotel

