33

1273 Kata

Bagian atas dan bawah tubuhnya nyeri. Tapi Zavier sekuat tenaga menahan diri untuk tidak mengumpat. Ia jelas ingin marah. Kemarin Zia sendiri yang menawarkan diri, lalu sekarang gadis itu pula yang menggagalkannya. Apa Zia sengaja ingin menyiksanya? Apa Zia tidak tahu betapa Zavier sudah cukup tersiksa selama ini? Tapi meskipun jengkel, hati kecilnya mengatakan tidak adil rasanya jika meluapkan seluruh amarah pada Zia. Meskipun menyebalkan, tapi Zia tidak sepenuhnya salah. Gadis itu baru mengalami hal ini untuk pertama kali seumur hidupnya. Wajar jika kali pertama ia belum bisa menerima Zavier. Wajar, kan? Zavier menghidupkan pancuran dan membiarkan air dingin mengalir di tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki. Sementara ia bekerja bersama sabun yang sebelumnya sudah memenuhi telapak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN