34

1008 Kata

Pagi harinya Zia terbangun dengan kasur di sebelahnya yang terasa dingin. Zavier belum pulang! Zia sontak bangun dan menatap ke sekeliling. Tak ada tanda-tanda keberadaan pria itu. Zia turun dari kasur melangkah menuju kamar mandi. Tapi di sana kosong. Tidak ada Zavier di sana. Panik, Zia kemudian keluar dari kamar dan berlari menuju ruang kerja Zavier. Zia langsung membuka pintunya, dan lagi-lagi menemukan ruangan yang kosong. Ke mana perginya Zavier? Apa ia tidak pulang semalam? Menginap di mana suaminya itu? Bayangan sosok perempuan lain yang tengah bersama suaminya muncul di benak Zia. Gadis itu mendadak menggigil. Tidak. Tidak mungkin Zavier berbuat begitu. Zavier tidak akan melakukan hal seperti itu padanya. Iya, kan? Tapi Zia sendiri yang menolak Zavier semalam. Padahal su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN