29

1195 Kata

Seperti rencana Zavier, mereka pulang cukup larut malam ini. Zia sendiri sudah tampak terkantuk-kantuk di kursi penumpang sepanjang perjalan tadi. Saat ini bagi Zavier rasanya damai sekali. Beban yang menghimpitnya beberapa waktu lalu akhirnya lenyap. Rasanya sangat membahagiakan. Tapi entah kenapa Zia malah berlaku sebaliknya. Setelah Rebecca angkat kaki dari kediaman orangtua Carissa dan Antares tadi sore, bahkan setelah tahu bahwa wanita itu akhirnya sudah benar-benar lenyap dari kehidupan mereka, Zia malah tampak murung. Meskipun setelahnya Zia tampak berbaur dengan sepupu-sepupunya dan ikut tertawa bersama, tapi beberapa kali Zavier menemukan ekspresi Zia yang tampak terbebani oleh sesuatu. Kenapa? Zia bahkan dengar sendiri saat Rebecca akhirnya mengakui kebohongan yang dibuatnya. Z

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN