Selepas makan malam, Zia tidak langsung kembali ke kamarnya. Gadis itu kini duduk di depan televisi karena Bi Inah memintanya menunggu sembari perempuan itu menyiapkan kue yang tadi siang ia buat. Sebenarnya Zia ingin segera kabur ke kamarnya, tapi ia merasa kasihan pada Bi Inah yang sudah bersusah payah membuatkan kue untuknya. Jadi, sambil menunggu Bi Inah datang, Zia sibuk menggonta-ganti channel TV untuk mencari sesuatu yang menarik minatnya. Ibu jari Zia masih sibuk menekan tombol-tombol pada remote saat Zavier tiba-tiba saja muncul dan bergabung dengannya. Seketika gadis itu menjadi gelisah. Setelah tadi sore dicium—lagi—dengan paksa, Zia merasa ia tidak bisa terlalu lama berdekatan dengan Zavier. Selain karena khawatir akan kembali dicium, yang tentunya selalu dengan paksaan,

