Tentang Risiko

1757 Kata

Amanda memalingkan wajahnya ke arah berlawanan dan merutuk pelan. Bagaimana bisa dia bertatap muka dengan cowok itu di sini? Sepertinya kafe yang dipilihnya ini jauh dari jangkauannya dari kafe sebelumnya. Lalu kenapa juga bisa dia tetap berjumpa? Saat pandangan Amanda sudah kembali, gadis itu kontan tergeragap. Sebab cowok itu sudah duduk di depannya sambil membawa gelasnya sendiri. “Wah, sungguh sebuah kebetulan, ya?! Bisa ketemu kamu lagi,” ucapnya pelan. Pandangannya tak lepas dari Manda. Karena sudah tidak bisa menghindar, Amanda pun berlagak biasa saja. “Yeay! Kita ketemu lagi. Haha. Jakarta Selatan sempit, ya?!” sahutnya dengan nada gugup yang sulit disembunyikan. Raga memajukan tubuhnya hingga membuat Amanda kaget. “Kenapa kamu nggak bales pesanku?” tanyanya to the point. “Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN