Amanda memang ingin mengetahui sejauh mana Flo merasakan penyesalan atas hubungannya dengan Bima seperti apa yang sudah diucapkan di mobil tadi. Makanya, gadis itu sengaja membawanya ke sebuah kafe di bilangan Kemang untuk mendengarkan ceritanya. Sebelum turun, Flo tentu bertanya dulu. “Mau ngapain ke sini?” “Main bola. Kebetulan gue lagi pengin banget nendang sesuatu. Yuk!” jawab Manda asal saja. Gadis itu kemudian turun dari mobilnya tanpa menunggu Flo. “Kapan sih kalau gue tanya lo jawabnya bener gitu, Nda? Suka nggak ngerti gue.” Flo terheran namun mengikuti Manda turun dari mobil. “Ya udah tahu kalau kita ke kafe mau ngapain? Lo pake nanya segala,” tukas Manda sambil menoleh pada Flo. “Hmm, ya, maksud gue kalaun mau ngobrol kenapa nggak di apartemen lo apa gue aja gitu? Kenapa m

