Masih dipandangnya dengan sorot mata tak mengerti mengapa sepupunya bisa berpikir begitu hingga membuat keputusan sepihak. “Gimana bisa lo memutuskan ini begitu aja tanpa membicarakannya dulu sama Flo, Bim?” tanya Manda masih menggeleng tak percaya. “Dia juga ada dan berperan dalam hubungan ini. Harusnya lo obrolin dulu ke dia segala sesuatunya. Bukannya malah mutusin sepihak kayak gini tanpa ngajak dia bicara.” Bima yang semula kepalanya tertunduk dalam, mulai menengadah dan menatap Amanda. “Lo pikir kalau gue ajak Flo bicara kayak gini dia akan langsung enteng menerima atau membiarkan gue begitu saja?” Bima lalu menggelengkan kepala. “Nggak. Dia akan terus meminta penjelasan dan nuntut sampai rasa penasarannya terpuaskan. Sementara gue nggak mau melibatkan dia lagi lebih dalam.” “Bim

