25. name it cinderella story, again.

1116 Kata

Abhra sudah mematikan mesin Mejiku sedari ... mungkin satu setengah menit lalu. Uh, apakah Janya menghitungnya? Tentu enggak. Cuma rasanya dia memang baru sesebentar itu sih berhenti di front yard milik salah satu bangunan rumah bergaya the colonial yang dindingnya betul-betul disusun dari balok-balok kayu bercat putih. Hish! Lihatlah jendela-jendela lebar yang terpencar dari mulai lantai satu sampai dua. Jumlahnya ada lebih dari sepuluh buah. Janya kadang takut kalau tengah malam mendadak terbangun dan mendapati ranting pohon tiba-tiba membayang dari balik tirainya yang tersingkap akibat tertiup angin! Bukannya apa-apa hanya sesekali Janya suka ingat ocehan-ocehan melantur Lio, bahwa sama halnya berita soal luar angkasa itu nyata, alam gaib pun demikian. Iya, kalau Casper lah yang bert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN