"Morning! Kamu mau sarapan apa pagi ini?" Niana tersenyum lebar begitu membuka pintu kamarnya, menyambut kedatangan El-Fatih dengan semangat. Duh jantung gue! Batin El-Fatih. Wajah Niana yang cerah membuat El-Fatih tanpa sadar memegang dadanya. Di pikir-pikir berapa kalipun, El-Fatih masih tidak menyangka jika perempuan yang terlihat menggemaskan itu adalah pacarnya. Lagi-lagi jantungnya berdebar lebih kencang, hanya dengan melihat perempuan itu disisinya saja sudah membuatnya senyum-senyum sendiri tanpa alasan yang jelas. Apa jatuh cinta memang segila ini? Pantas saja Fabiyan Pratama yang biasanya bersikap tegas dan penuh wibawa itu bisa berubah menjadi sosok yang menggelikan jika sudah berhadapan dengan Elena Al-Madinah. El-Fatih menarik salah satu kursi lalu duduk dengan kedua tangan

