"I like it every time I kiss you and touch you like this..." Tangan El-Fatih yang berada di pinggang Niana perlahan-lahan masuk, menyentuh sesuatu di balik baju Niana. Merasakan lembutnya kulit Niana, memberikan sentuhan lembut disana hingga Niana nyaris gila di buatnya. "What?" Tanya Niana dengan napas tercekat. "I like seeing your cheeks blushing, because of me." Niana mengerjap beberapa kali, tenggorokannya mendadak kering dan terasa tidak nyaman. Karena itulah Niana berdehem dengan canggung, wajahnya sudah sepenuhnya memerah karena malu. Apa yang di katakan El-Fatih barusan bisa di bilang sebagai pengakuan kan? Dan Niana tidak tau bagaimana harus menghadapi El-Fatih yang mulai kembali mendekat, memberikan kecupan di bibir Niana. "I love you." Kata-kata itu berhasil membuat Niana

