"Kamu serius mau makan lagi?" Tanya Niana tidak habis pikir. Padahal di Cafe tadi El-Fatih memesan beberapa dessert yang dia habiskan sendiri, tapi begitu mereka sampai di kosan laki-laki itu langsung mengeluh lapar. El-Fatih mengangguk acuh, membuka pintu kamar Niana dan mendorong perempuan itu masuk. "Masakin ya?" Niana tiba-tiba berbalik, lalu tanpa permisi langsung meraba perut El-Fatih. "Aku penasaran! Kamu makannya banyak, tapi kenapa nggak gendut-gendut?" El-Fatih langsung menyentil dahi Niana, "Jangan penasaran. Kamu juga jangan asal nyentuh aku kayak tadi, bahaya Niana." Tegur El-Fatih dengan suara beratnya. Di depannya Niana mengernyit bingung, menatap mata El-Fatih yang terlihat lebih gelap. "Apanya yang bahaya? Yang aku sentuh juga kan kamu, pacar aku." El-Fatih langsun

