Mobil yang ditumpangi Aurora akhirnya berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan besar. Begitu pintu mobil terbuka, Zean dan Zoya langsung menatap bangunan itu dengan mata berbinar penuh semangat. “Waaah, Mommy! Besar banget!” seru Zoya sambil menempelkan tangannya ke kaca jendela. Zean menoleh ke mamanya dengan ekspresi paling manis yang bisa ia buat. “Mommy, Zean boleh beli mainan, kan?” tanyanya sambil memiringkan kepala sedikit, senyum polosnya nyaris mustahil ditolak. Tak mau kalah, Zoya ikut maju dan menarik ujung baju mamanya. “Mommy, Zoya juga mau boneka baru, yang rambutnya bisa disisir ya!” katanya dengan nada manja, mata berbinar penuh harap. Aurora menatap keduanya, bibirnya terangkat menahan tawa. “Kalian ini belum turun udah minta mainan aja,” katanya lembut. Namun, dua

