“Bang Ze, hari ini panas banget, deh… Zoya pengin es krim,” rengek Zoya sambil bersandar di pundak kakaknya. Seragam sekolahnya sudah agak kusut, tapi pipinya tetap merah merona. Zean melirik adiknya dan mengusap kepala Zoya pelan. “Boleh, tapi jangan yang besar-besar ya. Nanti Mommy marah kalau kamu sakit tenggorokan.” Zoya manyun. “Tapi cuma satu… rasa cokelat, janji deh.” Zean tersenyum kecil. “Oke, tapi kita beli di minimarket dekat apartemen aja.” Mereka pun keluar dari unit, bergandengan tangan masuk ke lift. “Emangnya gak papa, Bang, kita pergi berdua? Nanti Mommy marah, loh,” tanya Zoya, suaranya pelan tapi matanya penuh cemas. “Gak apa-apa. Kita cuma bentar, beli es krim, terus pulang. Mommy gak akan tahu kalau kita hati-hati,” jawab Zean sambil menekan tombol lantai dasar.

