Di lantai tertinggi Maverick Jewellery Group, ruangan Lucas Maverick tampak elegan dan tenang, terlalu tenang, sampai bunyi detik jam di dinding pun terdengar jelas. Lucas duduk di kursi kebesarannya, menatap layar laptop, tapi matanya kosong. Entah pikirannya sedang berlabuh di mana. Bayu berdiri di depan meja dengan berkas di tangan. “Pak Lucas, undangan makan malam dengan tim Global Insight Media sudah saya kirim ke semuanya. Ada instruksi lain, Pak?” Lucas tidak langsung menjawab. Ia hanya menutup laptop perlahan, lalu mengangkat pandangan dengan tatapan tajam namun samar lelah. “Bayu,” panggilnya pelan tapi dalam. Bayu menegakkan tubuh. “Ya, Pak?” Lucas menyandarkan diri di kursi, menyipitkan mata. “Kamu punya pacar?” Pertanyaan itu membuat Bayu langsung membeku. “Hah? Pa—pacar

