Aurora menutup pintu perlahan. Begitu bunyi klik terdengar, ia langsung bersandar di pintu dan menekan dadanya yang masih berdebar. “Kenapa harus dia…” bisiknya pelan. “Dari semua orang di dunia ini, kenapa malah dia yang jadi tetanggaku?” “Mommy…” suara Zean membuat Aurora tersentak. Anak laki-laki itu berdiri di depannya sambil mengerutkan kening. “Mommy kenapa? Mukanya kayak abis lihat sesuatu yang menyeramkan.” Zoya ikut muncul. “Iya, Mom. Mommy pucat banget. Jangan-jangan tadi ketemu hantu?” Aurora berusaha tersenyum, meski jantungnya masih belum tenang. “Bukan, sayang. Mommy cuma… kaget aja.” Zean memiringkan kepala, nada suaranya lembut tapi ingin tahu. “Kaget karena apa? Karena tetangganya ramah, atau karena tetangganya ganteng?” Aurora langsung menatap Zean cepat-cepat. “Zea

