Aurora dan timnya kini berada di kantor mereka. Suasana tegang; beberapa orang masih membahas tentang Lucas dan Aurora, karena Aurora tadi secara tak sengaja menyinggung hal-hal yang seharusnya tak dibicarakan. “Eh, Aurora… anak baru, sok pintar ya?” seru Monica tiba-tiba, melangkah cepat ke arahnya. Dengan sedikit dorongan, Aurora nyaris kehilangan keseimbangan. Tatapan Monica menusuk, penuh sinisme. Aurora menatap balik dengan mata tajam, tak kalah dingin. “Apa maksudmu? Kenapa kamu mendorongku?” Monica tersenyum tipis, tapi tatapannya tetap menantang, menusuk. “Kamu sengaja bertanya tentang kondisi Maverick Jewellery Group, kan? Apa maksudmu bikin Pak Lucas batalin kerja sama kita?” Aurora membuang napas kasar, menahan rasa kesal yang mulai memuncak. “Tapi… dia kan tidak marah, Moni

