Mobil Lucas kini sudah terparkir di area Global Insight Media. Dari balik kaca depan, ia menatap gedung itu dengan sorot mata tajam, seolah mencoba menembus dinding beton untuk menemukan seseorang di dalam sana. “Kenapa lama sekali dia belum juga keluar,” gumamnya rendah, nada suaranya terdengar menahan kesal. Jam tangannya sudah dicek berkali-kali, tapi detik terasa berjalan lebih lambat dari biasanya. Di kursi depan, Bayu menatap punggung bosnya lewat kaca spion, keningnya berkerut bingung. Ada sesuatu yang berbeda dari Lucas sore ini terlalu gelisah, terlalu tak sabar. “Sebenarnya ada apa dengan Pak Lucas?” batin Bayu. “Jangan-jangan beliau sedang mengincar Nona Aurora? Tapi… bukankah Nona Aurora sudah punya dua anak?” Bayu menelan ludah pelan, sementara di luar sana, Lucas masih me

