“Jadi siapa yang akan bertanggung jawab atas jatuhnya satu lighting di sana?” Sandi memulai evaluasi kerja harian. Tangannya menyangga kepala di atas meja, dan berucap malas, terlalu lelah kegiatan hari ini walaupun semua selesai tepat pada waktunya dan ia memenuhi janji untuk mentraktir rekan satu timnya. Empat orang masih diam tak berkomentar. Sampai satu pelayan datang menyuguhkan minuman. Barulah Raimas mengungkapkan kejanggalan dari kejadian lampu pecah. “Jadi maksud lo ini ada yang sengaja? Membuat lingkaran kabel pada kaki tiang lampu?” Sandi menilik satu persatu rekannya yang menundukkan pandangan. “Alah, itu cuma alasan lo aja kali biar gak perlu tanggung jawab iya ‘kan? Secara satu harga lighting itu cukup mahal, mana bisa lo ganti.” Naura berkata pedas, membuat Azka dan Rai

