“Lo punya pacar ‘kan?” Naura mengangkat telunjuknya tepat di depan dahi Raimas. Tapi Raimas menggeleng pelan. “Emang kenapa kalau punya pacar? Masalah?” Azka yang menyolot. “Ya. Lo harus tahu peraturan di MD adalah harus jadi jomblo sejati.” “Pantesan Lo uring-uringan, ternyata Lo kesepian, jarang di belai Lo?” Azka membalas tatapan tajam, tidak lupa ditambah dengan kata-kata pedas pun dibalasnya. Makan siang bersama untuk pertama kalinya sangat tidak bisa dinikmati, tidak senikmat makanan dihadapan mereka. “Kita tahu peraturan itu, tapi sorry, dalam perjanjian kerja sama sekali tidak tertulis ‘jomblo sejati’ hanya tertulis ‘tidak boleh ada yang behubungan asmara sesama karyawan’ itu berarti, gak penting mau punya pacar atau enggak di luar kantor.” Raimas ikut tersulut emosi. “Oh…

