Makan aja susah

1272 Kata

Ibnu terus memandang sang istri dari spion kanan motornya, bahkan hampir saja ia menabrak pagar pembatas, malu. Pagi-pagi sudah tidak fokus dengan jalanan. Ia memacu kuda hitam milik Raimas meninggalkan parkiran MD menuju Atrust. Jalanan sudah lumayan padat, angkutan umum yang mengantri mencari penumpang, para pelajar yang berlalu-lalang di trotoar dan kendaraan dengan seragam hijau memenuhi hari-hari di jam sibuk seperti ini. Ibnu bersama dengan pengendara lainnya sat-set melewati satu dua mobil berhimpitan di jalan besar tapi terasa sempit. Sesekali berhenti di lampu merah, dan pada saat itu pula beberapa kali ia melihat pergelangan tangannya, berapa lama lagi waktu yang harus ia tempuh dari MD menuju Atrust. “Hai…” seseorang dari sebelah kiri kemaceten menyapa. Ibnu melirik kanan ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN