Pagi-pagi Raimas sudah sibuk dengan persiapannya untuk bekerja. Tentu sekarang yang disiapkan bukan hanya untuk dirinya, namun juga suaminya.sejak subuh bahkan suaminya sudah sibuk dengan kertas dan pulpen mengerjakan pekerjaan di luar jam kerja. “Masih subuh kali, udah sibuk aja,” sang istri menatap tidak suka. Mengapa masih ada pekerjaan kantor yang masih dikerjakan di rumah. Sang suami tidak menjawab, masih fokus pada apa yang di tulis. Dengan kaos rumahan dan sarung yang masih melingkar di setengah badannya. “Sayang…” panggil Ibnu tanpa menolah pada sang istri, ia fokus dengan untaian kata demi kata yang ia tulis. Sampai matahari perlahan masuk di celah jendela kamarnya. Merasa tidak dijawab. Akhirnya ia pun menolehkan kepalanya pada sang istri. Ternyata sedang cemberut menyiapka

