Kita nikah juga yu!

1131 Kata

Azka berjalan cepat menuju parkiran, langkahnya sedikit terburu-buru setelah sesi foto uji coba yang cukup melelahkan di bawah air terjun. Udara dingin Gunung Bunder sedikit menenangkan, tapi pikirannya masih penuh dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Saat dia melintasi jalan setapak berbatu, ponselnya tiba-tiba berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Tring... Azka merogoh kantong jaketnya dan melihat layar ponsel. Pesan dari calon mempelai pria muncul di sana, membuatnya menghentikan langkah sejenak. *"Bu Azka, mohon maaf saya tidak bisa menyusul ke curug jfhhdihajjatteioasjanj,"* Pesan tersebut tidak selesai, seperti terkirim setengah. Azka mengernyitkan dahi, merasa ada yang tidak beres. Jarinya bergerak cepat di layar, mencoba memahami maksud pesan tersebut. Namun, tidak ada pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN