Dengan tergesa-gesa keduanya berangkat, menyalami kedua orang tua, dan membungkus sarapan untuk dimakan selama perjalanan. Jalanan jelas padat, pengatur lalu lintas sudah bersiap dengan pluitnya mengatur supaya tidak terjadi kemacetan. Ibnu tidak kaget, sudah terbiasa dengan jalanan yang ramai dan tersendat-sendat. Tanpa rasa ingin menyembunyikan lagi hubungan keduanya, Ibnu memberhentikan kendaraan di parkiran MD. Beberapa pasang mata memang melihat keduanya bersamaan, namun belum membuat sebuah berita aneh-aneh. Mungkin berangkat kerja bareng masih dianggap biasa. Hari ini kegiatan Ibnu penuh di kantor MD. Ini atas permintaan dadakan sang atasan, ya tentu saja Zeno. Kalau Shofiya cenderung selalu setuju jika tidak memberatkanya. Ibnu memasuki ruangan Zeno yang sebelumnya sudah ditu

