“Seger kalau sudah mandi ya.” Ibnu masuk ke ruang pribadinya setelah membersihkan badan. Sang istri Raimas tengah bersantai menggulir media sosial. Suasana berubah tegang ketika ia melihat sebuah postingan yang menampilkan sang suami di laman media sosial orang lain. Melihat hal tersebut, Raimas mengingat sesuatu, “Enak ya di gandeng bos cantik,” siang tadi ia melihat sang suami digandeng mesra oleh sang atasan, di kantor. “Maksudnya Rai?” Ibnu pura-pura tidak mengerti, padahal jelas ia sangat megingat rasa ketidaknyamanannya hari ini. “Udah gitu di kasih stiker hati di postingan singkat si bos, sekarang asisten sama bos main hati juga ya?” Raimas mengacuhkan pertanyaan sang suami, malah berbicara ke sana kemari, menyindir apa yang dilakukan oleh Ibnu. “Apa sih Rai? Stiker apa?” Ibn

