“Hufht cape banget hari ini. Di tambah kesel banget dapat clien yang super nyebelin kaya hari ini, kita coret mereka kalau pakai jasa kita lagi.” Azka datang-datang cerewet ngomel. “Kenapa sih Ka?” Azka tarik napas, sedangkan Richam sudah tidak mood untuk cerita. “Jadi gini ceritanya…” Sore itu, matahari mulai menurun, tapi suasana di lokasi pemotretan justru makin panas. Azka berdiri dengan tangan menyilang di depan d**a, mencoba menahan kesal. Sementara Richam, yang biasanya paling sabar, kali ini sudah berkali-kali menatap jam di pergelangan tangannya dengan wajah tegang. Klien mereka, seorang perempuan muda bernama Tania, tampak sibuk menggulung rambutnya di depan cermin kecil yang dibawa asistennya sendiri. Di sebelahnya, seorang teman laki-laki yang katanya “penasihat gaya”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


