Indra dan Studio

1391 Kata

“Raaaiii…” teriak Khadijah dari dalam menyambut sahabatnya yang baru turun dari mobil. “Hati-hati ya,” usai bersalaman dengan Ibnu, Raimas memberi perhatian. “Tiga hari ga ada kamu lumayan lama ya,” ujar Khadijah sambil memeluk sahabatnya. “Kamu ceria banget Jah, kasmaran yaaa?” “Apaan sih, engga, aku kangen dan seneng aja ada kamu hari ini.” “Akhem” suara tak asing meregangkan mereka. “Indra, kamu ngagetin aja,” ucap Khadijah. “Nih aku bawain kalian makanan,” “Wah ada bakso, dapat dari mana Dra ini pagi-pagi.” “Ada, di Bendungan Hilir, banyak jajanan sepuluh ribuan, aku sengaja bawain buat kalian.” Suasana studio pagi itu terasa hidup — riuh, hangat, dan penuh tawa. Aroma bakso yang dibawa Indra memenuhi ruangan, bercampur dengan bau khas kamera, lampu, dan sedikit cat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN