Pagi itu, setelah pulang dari rumah sakit, Raimas dan Ibnu tiba kembali di rumah kecil mereka. Meski masih terlihat lelah, Raimas tersenyum saat duduk di sofa. Ibnu mengatur bantal di belakang punggungnya, memastikan Raimas merasa nyaman. "Kamu sudah merasa lebih baik, Rai?" tanya Ibnu, duduk di sampingnya dan memegang tangan istrinya. Raimas mengangguk pelan, "Iya, Alhamdulillah, sudah lebih baik. Mungkin aku cuma perlu istirahat lebih banyak." Ibnu tersenyum lega, namun masih terlihat ada sedikit kekhawatiran di matanya. "Maaf ya, Rai, aku harusnya lebih cepat sampai kemarin." Raimas menatap Ibnu dengan lembut, "Nggak apa-apa, Kak. Yang penting sekarang aku sudah di rumah dan kita bisa tenang lagi." Ibnu menghela napas panjang, "Mulai sekarang, kita lebih hati-hati dengan apa yang k

