“Kamu kurang istirahat, Zal. Kurangi kegiatanmu, Zal. Latihan karate untuk anak-anak jangan terlalu sering. Lakukan seminggu sekali saja.” Ucap Bienu, “Lagipula toko tutup malam ini. Aku mau bawa kakakmu dan anak-anak jalan-jalan.” “Ya, Kak.” Hanya itu yang dia ucapkan pada kakaknya demi menenangkan hati kedua kakaknya yang sangat mengkhawatirkannya. “Tolong carikan, ya, Zal.” Ucap Bienu mengingatkan lagi padanya, “jangan sampai lupa.” “Iya, Kak.” Sahut Rizal lalu ditutupnya telepon itu. Diperhatikannya makanan yang diberikan dari mamanya Rasya tanpa berniat untuk memakannya. Masakan mamanya Rasya tergolong enak itu tak lantas membuatnya ingin makan. Telepon dari kakaknya yang memintanya untuk tidak terlalu lelah malah membuatnya kembali kepikiran. “Hampir empat tahun.” Gumam Rizal

