Bab 22 Tahun Ketiga

1786 Kata

“Kenapa, Na?” perilaku Raina tidak luput dari perhatian Kala. Raina menggeleng pelan sebagai jawabannya. Dia pun tidak mengerti kenapa namun dia seperti melupakan sesuatu. Tetapi entah apa. Dilirik mamanya yang sudah tertidur pulas. Perlahan dia menyelimuti mamanya lalu berdiri. Dia tidak mungkin menanyai mamanya mengenai ganjalan di hatinya. “Aku haus.” Kata Raina lalu meraih gelas kosong. “Tante, aku mau susu.” Permintaan Bima membuat Raina mengangguk, “oke.” Katanya lalu beranjak. Saat menuju dapur, alisnya masih saja berkerut, “aku seperti melupakan sesuatu. Tetapi apa?” gumamnya. Dia mengeluarkan kotak s**u dari dalam lemari pendingin kemudian dituangkannya di gelas bergambar kartun Spiderman. “Apakah aku harus bertanya pada kak Cinta dan kak Kala?” gumamnya lagi. Seseorang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN