Perkataan itu membuatnya terbangun seketika. Dia mendapati dirinya tidur di dalam box mobil untuk membawa peralatan pesta. Raina menyengir pada temannya yang berdecak. “Untung pintunya terbuka. Kalau tertutup, kamu bisa kehabisan napas.” gumam temannya lagi, “kamu itu kurang tidur, ya? Tidak biasanya.” Ujarnya lagi seraya memasukkan box berisi piring. Raina mengangguk saja. “Aku ngantuk.” Ucapnya lalu pura-pura menguap kemudian dia membantu temannya memasukkan alat makan ke dalam mobil box. “Kita mau cari makan. Kamu mau ikut?” temannya menawarkan padanya. “Sudah izin pada Kala?” tanya Raina. Dia tidak ingin kakaknya marah. Temannya bergumam menjawab. “Sudah. Pak Kala bilang besok pagi kita pulang jadi ada waktu kita menghabiskan malam ini, ‘kan.” Katanya. Raina mengangguk semangat.

