Mendengar itu Rizal berdecak. “Aku belum menikah.” “Pacarmu mungkin?” “Tidak punya.” “Anakmu?” “Tidak punya.” Rizal benar-benar habis kesabaran pada kecerewetan Raina namun tidak ingin berdebat dengannya. “Oke. Aku masuk.” Ucap Raina lega. Dia tidak ingin dicurigai oleh siapapun penghuni rumah pria itu. “Kamu sendiri?” tanyanya ketika dilihatnya Rizal melepas sepatunya dan diletakkan di rak sepatu yang hanya ada sepatu pria. Rumah pria itu begitu apik dan bersih. Rizal bergumam menanggapi ucapan Raina lalu masuk ke dalam kamarnya. Dicarinya ponselnya kemudian keluar lagi ketika dilihatnya wanita itu sedang duduk menguap di sofanya. Disodorkannya ponselnya di depan mata wanita itu yang diterima dengan senang hati namun sedetik kemudian cemberut. “Kapan terakhir kali kamu mengisi d

