Dengan gerakan cepat, Rizal menekuk tangan Raina kebalik tubuh wanita itu kemudian menarik pistol itu lalu menyelipkan ke balik punggung. “Kamu membuatku susah.” Raina tahu bahwa pura-pura beraninya pada Rizal hanya akan membuat pria itu marah. “Aw!” Raina memekik ketika Rizal mempererat pitingannya pada kedua tangannya. “Apa yang ada di otakmu?!” Rizal membentak Raina yang membuat wanita itu memejamkan mata. Suara pria itu menggelegar murka. “Kamu ingin membunuh mereka dan masuk penjara?!” Raina berusaha melepaskan diri namun gagal. Pikirannya tertuju pada ketiga pria yang menghadangnya tadi. Berusaha menarik baju yang dipakainya. “Mereka mencoba merampokku. Mereka ingin memerkosaku. Apa yang harus kulakukan selain pertahanan diri?” Raina menggeram, “kamu sialan!” Raina memaki den

