Raina menunduk. Didekapnya handuk dan pakaian pemberian Rizal. Dia sudah terbiasa mendengar penolakan itu dalam hidupnya. Ketika mengucapkan kata cintanya pada Kala dan saat mengetahui rasa cintanya pada Aidil yang ternyata semu. Kali ini seharusnya sama. Seharusnya dia tidak perlu bersedih namun dia menangis pula. Dia merasa perkataan Rizal begitu menyakitkan seolah pria itu tidak pantas dia cintai. Bayangan mengenai Rizal yang mengajaknya menonton kartun, menyuapinya makan, kesabaran pria itu padanya, namun kini semua berubah. Pria yang dia tahu tidak seperti yang dia ingat. Rizal saat ini begitu dingin padanya dan tidak tersentuh. Raina menghapus air matanya kemudian berjalan menghampiri pintu kamar yang tadi dimasuki oleh pria itu. Dia berdiri diambang pintu kamar itu dan diketuknya

