Bab 15 Mawar Merah

1915 Kata

Rizal bersedekap. Ditatapnya Mawar, kasihan. “Mengobrol. Apalagi?” kemudian pikiran lucu melintasi kepalanya, “atau kamu mau membantuku mengeringkan keringatku?” Tanpa disuruh dua kali, Mawar berdiri, lalu meraih handuk putih yang tersampir di samping kursinya. Hendak menuruti perintah itu. Rizal menatap kaget Mawar, saat gadis itu menjulurkan tangannya hendak membersihkan keringat yang ada di bahunya. Diangkat kedua tangannya berusaha menghindar. “Jangan,” katanya masih mengangkat kedua tangannya, “aku hanya bercanda.” Tambahnya. Mawar menatap Rizal bingung dengan handuk masih di kedua tangannya. “Jadi aku tidak akan mendapatkan bayaran apa pun?” mata gadis itu mulai berkaca-kaca, “setidaknya, berikan aku perintah agar aku dapat bayaran.” Dia kasihan pada gadis muda itu, dikeluarka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN