Bab 25

764 Kata

"Aku tidak keberatan menghubungi Mama, kalau kita tak jadi datang. Melihat dirimu sekarang, aku merasa tak tega," kata Kellan. Febi mendengarnya melihat pada Kellan. "Tidak apa. Lagian Febri bisa jadi urusan belakangan nanti. Aku tidak mau mengecewakan ibumu," ucap Febi lembut. Kellan yang mendengarnya mengerjapkan matanya beberapa kali. Febi memang gadis yang sangat baik sekali. Dia mementingkan ibunya, dibanding Febri kakak gadis itu sendiri. Kellan memasuki kawasan rumahnya, dan mengklason mobilnya. Untuk dibukakan pagar. Satpam di sana segera membukakan pagar dan tersenyum ramah pada Kellan, yang balik tersenyum pada mereka. Kellan menghentikan mobilnya di depan pintu rumah orangtuanya. Kellan keluar dari dalam mobil, melihat ibunya sudah menunggu dengan sebuah senyuman. Dena berj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN