“Bertahanlah Nyonya, tidak akan terjadi hal buruk padamu.” Ucap sang dokter coba menenangkan Carolina. Kontraksi dalam perutnya makin hebat hingga rasanya sudah tak sanggup lagi untuk bertahan hidup. Beruntung salah satu perawat yang baru saja memasuki ruangan, adalah pelanggan tetap di café yang Carolina kelola sehingga langsung menghubungi café tersebut meminta Arthur untuk segera pergi ke rumah sakit. Seperti dapat merasakan apa yang dirasakan Carolina saat ini. Hati dan juga jiwa William dilanda cemas sekaligus khawatir berlebih. Ia terus kepikiran Carolina sampai-sampai tak dapat bernafas dengan tenang. Kamu dimana My Princess? Apa terjadi sesuatu padamu? Sudah hampir seluruh Negara besar di Dunia ini ku datangi namun tak juga ku jumpai dirimu. Sebenarnya kamu dimana? Frustasi,

