"Hyung! Aku tidak bisa lupa!" ujarku.
"Tentang apa?" tanya Hoseok hyung.
"Yoon Cheon Sa ... aku terus mengingatnya!"
"Kau ngomong apa sih?" tanya Hoseok hyung bingung. “Kenapa harus kau ingat terus? Gadis b******k seperti itu tak seharusnya kau ingat terus!”
Gadis itu ... Cheon Sa ... alasan kenapa aku membenci Sa Rang. Wajah mereka yang entah kenapa begitu mirip membuatku marah setiap kali melihatnya. Apa jangan-jangan mereka kembar?
"Hyung! Pinjamkan mobilmu!" ujarku.
"Tapi kau belum punya surat ijin mengemudi," katanya.
"Persetan dengan surat ijin! Jebal!" jawabku.
Ia lalu melemparkan kunci mobilnya padaku dan aku pun segera berlari menuju tempat dimana mobil itu terparkir rapi. Dapat kudengar samar-samar pekikan Hoseok hyung.
"Jangan lama-lama Jeon Ha Ru!"
Aku terus berlari hingga akhirnya sampai di depan mobil Hoseok hyung. Dengan cepat aku masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya, aku melaju dengan kecepatan normal. Tak lama kemudian aku menyambar teleponku. Ya, aku tau mengemudi sambil menelpon itu berbahaya. Tapi kali ini ... aku akan melakukannya.
"Yeoboseyo??"
"..."
"Eomma, kirimkan alamat panti asuhan Jeon Foundation sekarang juga,"
...
Aku sampai di sebuah bangunan sederhana dengan papan bertuliskan 'Jeon Foundation' di depannya. Ini panti asuhan milik eomma-ku. Tapi asal kalian tau, aku jarang sekali mengunjungi tempat ini. Seingatku, aku mengunjunginya terakhir saat umurku 7 tahun dan saat itu Sa Rang belum berada di panti asuhan ini.
Kau pasti bertanya apa alasanku pergi kesini, bukan? Aku pergi kesini karena aku mengingat semua hal tentang gadis bernama Yoon Cheon Sa. Aku ingat siapa dia dan dari mana ia berasal. Dan Cheon Sa wajahnya sama seperti Sa Rang. Mungkin ia memang kembaran Cheon Sa? Entahlah.
Aku mengetuk pintu panti asuhan itu. Tak lama seorang gadis berikat satu muncul di hadapanku. Gadis yang tak lain adalah Sa Rang. Dengan segera aku memeluk tubuhnya. Bahkan rasa pelukannya sama dengan saat memeluk Cheon Sa.
"Yak lepaskan!" ujarnya datar. Ahh suara itu aku merindukannya. Aniya, lebih tepatnya aku merindukan Yoon Cheon Sa.
Air mataku pun bahkan mengalir dari sudut mataku. Aku masih tak percaya bahwa ternyata aku bisa mengingat Cheon Sa. Aku merasa nyaman dan ingin terus memeluknya hingga akhirnya teriakan histeris seseorang mengejutkanku.
"Omo! Ada Jeon Ha Ru disini!" ujar yeoja berambut kecokelatan.
Author pov
"Omo! Ada Jeon Ha Ru disini!" ujar yeoja yang tak lain adalah Yoo Ah. Membuat Ha Ru melepaskan dekapannya dari badan Sa Rang.
"K-kau Jeon Ha Ru kan?" tanya Yoo Ah histeris.
"N-n-ne ...," jawab Ha Ru gagap.
Kemudian keluarlah anak panti asuhan yang lain. Karena memang suara Yoo Ah berisiknya bukan kepalang, membuat mereka semua kaget dan penasaran. Ya, jika kalian mengira penghuni panti asuhan Jeon Foundation hanyalah Sa Rang, Yoo Ah, dan So Jung maka kalian salah. Ada Bambam, Chanyeol, Yeri, Yerin,Yuju, Hyera, dan Sora. Namun saja, mereka jarang berada di panti karena kesibukannya masing-masing.
"Yak Yoo Shi Ah, mengapa kau berteriak-teriak eoh?!" seru Bambam kesal.
"Lihatlah siapa yang ada di depan," jawab Yoo Ah.
"Omo! Dia Ha Ru SEVEN STARS bukan?!" pekik Yuju histeris.
"Wahh benar-benar ada artis!" sambung Yeri.
"Ada apa ini?" tanya Song Ahjumma yang baru pulang dari supermarket.
"Annyeong Song Ahjumma," ucap Ha Ru.
"Apa kau ... Ha Ru? Wah kau sudah besar sekarang! Ayo masuk!" seru Song Ahjumma.
"Aniya, aku harus pulang ke dorm," tolak Ha Ru.
"Ah baiklah kalau begitu," ucap Song Ahjumma.
Ha Ru pergi meninggalkan panti asuhan. Sedangkan Sa Rang sendiri masih bingung dengan pelukan yang ia terima baru saja.
...
Sa Rang pov
Jam dinding menunjukkan pukul 7 malam. So Jung sudah bangun dari pingsannya. Sedangkan aku mengerjakan tugas So Jung untuk menuliskan 'Saya tidak akan mengulangi perbuatan ceroboh saya lagi' sebanyak 500 kalimat. Sebenarnya So Jung melarangku, hanya saja aku tidak ingin dia semakin sakit karena mengerjakannya. Bagiku So Jung dan Yoo Ah sama seperti saudara kandungku, aku menyayangi mereka walau tak bisa kuekspresikan.
"Sa Rang-ah, ayo makan dulu." ucap Song Ahjumma yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Baiklah."
Aku bediri dari posisi dudukku dan berjalan menuju ruang makan. Di sana sudah ada Song Ahjumma, So Jung, Yoo Ah, Bambam, Hyera, Yerin, Yuju eonnie, Sora eonnie, Yeri, dan Chanyeol oppa. Jarang sekali kami makan malam dengan anggota lengkap seperti ini.
Aku duduk di samping antara Bambam dan Yeri. Di meja makan berbentuk persegi panjang ini telah terhidang berbagai jenis makanan. Tumben sekali Song Ahjumma memasak sebanyak ini.
"Ayo kita makan," ucap Song Ahjumma.
Semua mengambil makanan secukupnya namun berbeda dengan Yerin, piringnya penuh dengan makanan. Ia tak berubah, waktu kecil dia juga seperti itu.
"Sa Rang-ah, jadi kau itu make up artist-nya Ha Ru SEVEN STARS?" tanya Yuju eonnie.
Aku mengangguk sambil terus memakan nasi di piringku.
"Wah kau beruntung sekali eonnie!" ujar Hyera.
Tsk! Apa dia bilang? Beruntung katanya? Bagaimana bisa aku merasa beruntung jika harus bekerja pada orang aneh yang mengambil ciuman pertamaku dan tiba-tiba saja tadi datang lalu memelukku. Ia aneh! Namja bernama Jeon Ha Ru itu aneh.
"Ah ... apa kalian tau? Tadi Ha Ru menatap mataku! Oh my god!" seru Yeri histeris.
"Yak Kim Yeri! Jangan genit! Ha Ru itu pacar Sa Rang! Bahkan tadi aku melihat mereka berpelukan!" ucap Yoo Ah.
'Uhuk! Uhuk!'
Aku tersedak mendengar ucapannya yang sok tau itu. Bambam memberikanku segelas air putih dan aku meminumnya dalam sekali teguk.
"Yak Yoo Shi Ah jangan sok tau!" kataku.
"Wae? Aku tidak sok tau kok tadi kan kau memang berpelukan dengan Ha Ru," ledek Yoo Ah.
"Diamlah atau kau mau kakimu patah seperti Na Mi?" tanyaku mengancam.
Ancaman itu hanyalah omong kosong belaka. Aku tak mungkin menyakiti Yoo Ah. Aku menyayanginya sama seperti aku menyayangi mendiang oppa-ku.
Seketika Yoo Ah terdiam mendengar ucapanku. Aku tau, ia pasti takut sekarang. Sedangkan yang lainnya tertawa melihat tingkah kami.
"Ahh aku iri denganmu Sa Rang, kau bisa dengan mudah mengenal Ha Ru dan member SEVEN STARS yang lain. Memang sih dia anak pemilik panti asuhan ini, tapi kami bahkan tak pernah menyapanya secara langsung," tutur Yerin.
"Aniya, tidak ada yang perlu kau iri kan dariku. Aku sebenarnya juga tidak mau menjadi make up artist sementaranya jika bukan karena gaji tinggi. Rencananya gaji ku ini akan kupakai untuk mendaftar sekolah jaksa," paparku.
"Kau masih saja ingin jadi jaksa rupanya?" ucap Chanyeol oppa.
"Hm,"
"Mengapa dari dulu kau ingin sekali jadi jaksa?" tanya Chanyeol oppa lagi.
"Itu karena aku ingin mencari dan menghukum orang yang telah menabrak keluargaku 11 tahun yang lalu. Orang yang bersalah itu bahkan tidak dihukum karena ia memiliki uang banyak, setidaknya aku ingin membalaskan dendam ku itu," jelasku panjang lebar.
'Uhuk! Uhuk!'
Tadi aku yang tersedak, sedangkan kali ini Song Ahjumma yang tersedak entah kenapa.
"Ahjumma gwaenchanna?" ucap So Jung sambil memberi segelas air pada Song Ahjumma.
"N-ne gwaenchanna, Ahjumma hanya tersedak makanan tadi," jawabnya.
...
Author pov
Ha Ru menggenggam kalung berliontin sayap malaikat di tangannya. Kalung yang sebenarnya milik Cheon Sa itu ia genggam dengan erat.
"Cho Sa Rang ... apa aku salah jika aku menganggapmu Yoon Cheon Sa?"