"Mas kok diam aja?" tanya Yaya menatap Regan yang sedang fokus menyetir. Wajah pria itu tampak pias, Regan juga jadi lebih banyak diam sejak keluar dari restaurant. Yang ditanya menoleh, lalu tersenyum kecil sebagai tanda kalau dirinya baik-baik saja. "Saya gakpapa, Ya," jawab Regan seadanya. Yaya tersenyum sambil mengangguk pelan. Tangannya terulur, menggenggam satu tangan Regan yang menganggur. "Mbak Gemma cantik ya, Mas." Yaya mulai menemukan bahan obrolan. Ekspresinya yang bahagia menggambarkan betapa dia menyukai Gemma bahkan di hari pertemuan pertama mereka. Kesan yang Yaya dapatkan dari Gemma, wanita itu menawan dan sangat cantik, kecantikannya bahkan bisa disejajarkan dengan model dan artis. Anggun, elegant dan juga ramah. Meski baru melahirkan, tapi tubuh Gemma benar-benar

