Austin Elvero

1230 Kata

“Mas, masakannya sudah matang. Kamu mau bawa bekal nggak?” tanya Yaya sembari menolehkan kepalanya ke belakang. Sayangnya, Regan sudah lebih dulu menghilang. Yaya mematikan kompor listriknya, ia melepas celemek dan mencuci tangan sebelum beranjak pergi menyusul Regan. Sarapan sudah beres, sekarang waktunya Yaya menyiapkan pakaian kerja Regan. Yaya mengatur napasnya yang memburu, menaiki tangga dengan keadaan sedang hamil besar lumayan menguras tenaganya. Sejak perut Yaya mulai menonjol, Regan sudah memberi saran untuk pindah sementara ke kamar di lantai bawah. Tapi entah kenapa Yaya lebih nyaman tidur di kamar utama, lebih privasi. Kening Yaya mengernyit saat memasuki kamar dan tidak menemukan keberadaan Regan, di toilet pun tidak ada. “Astaga, Mas..” Yaya menghembuskan napas jenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN