‘Kamu Enak, Sayang’ 18+

944 Kata

Regan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya. Lelaki itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya, lalu berjalan menuju nakas dan meraih ponselnya yang tergeletak di sana. Ini sudah jam lima sore dan Yaya belum kunjung pulang. Memang tadi istrinya itu berpesan kalau dia akan mampir ke rumah orangtua Ivan untuk mengambil koper miliknya. Tapi tidak perlu sampai selama ini, kan? Baru saja Regan menempelkan ponselnya ke daun telinga, pintu kamarnya berdecit terbuka. Melihat Yaya yang muncul dari sana, pria itu tersenyum tipis. “Hai, Mas.” sapa Yaya sambil menyeret masuk kopernya dan menaruhnya di sudut ruang kamar. Regan tak menjawab, ia kembali meletakan ponselnya ke atas nakas. “Maaf aku pulang telat.” Yaya melepas tasnya dan meletakannya di sofa, kemudian ia b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN