Bunyi bell yang ditekan tiada henti mengusik tidur Regan. Pria itu menggeram kesal sembari membuka matanya yang masih berat untuk dibuka. "Ya, ada tamu." ucap Regan, dia masih enggan untuk bangun karena masih mengantuk. Ting Nong~ Sahutan dari Yaya tak terdengar, namun bel masih terus berbunyi. Terpaksa Regan beranjak bangkit sambil misuh-misuh kesal. Dia bahkan tidak peduli meski keluar dengan bertelanjang d**a dan hanya memakai bokser saja. "Permisi, Pak." Ternyata yang bertamu ada penjaga di rumahnya. Pak Supri. Regan menghembuskan napas kesal. "Ada apa, Pak?" ketus Regan menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Siapa yang tidak marah jika tidurnya diganggu? "Maaf, Pak, ini ada paket." jawab Supri sembari menyodorkan kotak kecil berbungkus hitam ke Regan. Regan m

