“Mas, Aku Hamil!”

939 Kata

Regan POV "Kamu yakin nggak mau ke rumah sakit?" Yaya mengangguk dengan senyum yang tersemat di bibirnya. Sementara saya menurunkan ekspresi. Sudah dua hari kondisi Yaya kurang membaik, tapi dia kekeh menolak buat dibawa ke rumah sakit. Saya melirik Rolex di pergelangan tangan. Sudah saatnya saya berangkat ke kantor. "Saya berangkat, ya?" Saya sambar tas dan kunci mobil yang tergeletak di atas nakas. "Nggak perlu diantar." ucap saya ketika Yaya hendak berdiri dan mengantar saya sampai teras. Saya mendekati Yaya yang mempertahankan posisinya di atas ranjang, mengindahkan perintah saya. "Hari ini istirahat saja, enggak usah ngapa-ngapain." Saya mengecup kening Yaya lama, kemudian mengusap pipinya yang bersemu merah. Cantik sekali. Yaya meraih tangan saya, lalu mengecupnya. Tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN