"Mas, aku hamil!" Regan tidak dapat menyembuyikan senyumnya. Ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi selain membekap mulutnya dengan sepasang matanya yang berlinang. "Aku sudah cek pakai testpack, tapi Mas mau nggak temeni aku ke Dokter? buat memastikan aja apa aku benar-benar hamil." Regan mengangguk dengan semangat. "Iya, Ya, nanti setelah saya pulang." "Hm.. enggak bisa pulang sekarang ya, Mas?" Tampaknya Yaya sangat penasaran apakah dirinya benar-benar hamil. Meski sudah dicek menggunakan alat tes kehamilan, tapi katanya bisa saja hasilnya tidak akurat. "Sekarang saya lagi rapat." dusta Regan. "Ya sudah, aku tunggu ya, Mas!" Setelah itu, panggilan terputus secara sepihak. Namun, senyuman di wajah Regan belum juga menyurut. Betapa bahagia hatinya mendengar kabar kehamilan sang

