"Yaya!" Sontak Yaya tertegun dan melempar kotak di tangannya. Yaya mengelus d**a, menatap lemas ke arah Regan yang baru saja datang mengagetkan. "Mas, bikin kaget aja!" Regan tersenyum kecil, dia meraih kotak paket yang terjatuh di lantai lalu berjalan mendekati Yaya, diam-diam tangannya menyambar satu kotak paket lainnya yang tergeletak di atas ranjang. "Kamu sudah siap ke rumah sakit?" Regan menyembunyikan dua paket miliknya ke belakang punggung. Berharap Yaya tidak menyadari gerak-teriknya. Yaya beranjak bangkit. "Mau langsung berangkat?” Dengan cepat Regan mengangguk. "Kamu tunggu di mobil, ya. Saya mau ke toilet sebentar." Tanpa menaruh rasa curiga, Yaya mengangguk patuh dan segera mengindahkan perintah suaminya. Usai pintu tertutup rapat dan Yaya menghilang dari pandan

