PART 32

1216 Kata

Aleta berhenti di depan pintu ruangan yang dulu menjadi langganannya. Dengan mengatur nafas dia mengetuk. Suara Tommy menyahut dari dalam, mempersilahkan masuk. Dia berada di ruangan Jonael. Ya, ruangan yang kini menjadi terasa sangat dingin. Sorot mata lelaki itu menuju Aleta, tanpa ekspresi. Hanya Tommy yang menyuguhkan perasaan lega dengan kehadiran Aleta. Tommy segera menuju Aleta dan mempersilahkan dia duduk di sofa, berhadapan dengan beberapa berkas dan sebuah laptop. Tommy duduk di samping Aleta dan bergegas bertanya keperluannya. “Sorry mengganggu pekerjaanmu, Ale. Tapi ada hal yang masih belum kupahami dan aku juga tidak bisa menemukan filenya di laptop ini. Tolong bantu, ini mendesak.”, ucap Tommy. “Jangan ambil banyak waktu.”, sambung suara di meja utama. Jonael menyahut uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN