Jonael hari ini memiliki agenda makan siang dengan tamu spesial. Ini bukan pertama kalinya mereka bertemu, namun entah dia ingat atau tidak. “Selamat datang, Jonael Sagha.”, sapa seseorang dari tempat duduknya. Mereka berada di sebuah resto bertema jawa dengan nuansa alam yang tenang. Gemericik air mengalun di sela pertemuan mereka berdua. “…Silahkan duduk.”, tambah lelaki itu. Jonael menurut sambil mengawasi wajah yang tak asing di penglihatannya. “Maaf… saya sebenarnya tidak terlalu ingat dengan anda, tapi mendengar nama anda berakhiran dengan Adnan maka terlintas di pikiran saya tentang seseorang. Mungkinkah anda memiliki hubungan dengan seseorang yang saya kenal? Tapi anda adalah partner perusahaan kami.” Lelaki itu tersenyum tipis, “Iya, saya memiliki saudara yang bekerja di peru

