Saat di lobby, Aleta memberi jarak dengan berjalan sepuluh meter di depan Jonael. Dia tidak ingin para pegawai tahu hubungannya dengan si Boss Besar. Jonael menyimpan tangannya dalam saku dan berlagak menginspeksi keadaan di kantor. Ini lebih terlihat seperti kegiatan pengawasan daripada seseorang yang baru saja pergi berkencan. Tanpa diduga langkahnya melambat saat dia melihat Aleta dihampiri seseorang. Di hadapan Jonael, Aleta kini bersama Tommy. Jonael membelok ke arah resepsionis dan melakukan basa-basi disana sambil melirik pada dua manusia yang sedang berbicara di tengah lobby. “Astaga kau mengejutkanku, Tom.”, seru Aleta memegang dadanya. “Maaf, aku tidak sengaja melihatmu dari jauh.”, ucapnya dengan tawa kecil. “Bukankah kau ada pekerjaan luar sampai sore?” “Huh? Siapa bilang

