Jonael membanting jasnya di sofa yang ada di ruang tengah. Kini mereka berada di apartemen Aleta setelah menghabiskan kesunyian di sepanjang perjalanan. Aleta menaruh tas dan sepatunya kemudian pergi ke arah lemari pendingin. Dia butuh minum. Tak lupa, satu gelas dia siapkan untuk Jonael. Aleta menaruhnya di meja sambil memperhatikan sorot mata Jonael yang kini tengah duduk di sofa. “Aku tak habis pikir denganmu, Ale. Kau tidak percaya aku bisa membantu menyelesaikan masalah ini?”, keluhnya. Aleta mengambil duduk di sebelah Jonael. Ada sedikit jarak agar keduanya bisa fokus dalam berbicara. “Aku justru menyelematkanmu dari masalah yang mungkin akan kau buat.”, terang Aleta sambil menaruh gelasnya di meja. “Sial, kau gegabah. Berduaan di luar bersama Isaac bisa memicu berita lainnya.

